TIPS KESEHATAN

Tips Sukses ASI Eksklusif untuk Ibu Bekerja, Tetap Bisa Memberikan ASI untuk Si Kecil

Boyolali, Jawa Tengah – RS PKU Aisyiyah Boyolali melalui edukasi kesehatan ASI memberikan informasi kepada ibu bekerja mengenai cara mempertahankan pemberian ASI eksklusif di tengah aktivitas pekerjaan. Edukasi tersebut menekankan pentingnya memompa ASI secara rutin, menyimpan ASI perah dengan tepat, serta memberikan label tanggal dan waktu pemerahan agar kebutuhan ASI bayi tetap dapat terpenuhi meskipun ibu harus bekerja. Menjadi ibu sekaligus menjalankan aktivitas pekerjaan bukan berarti harus menghentikan pemberian ASI kepada bayi. Dengan perencanaan dan pengelolaan ASI perah yang baik, ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI kepada buah hati. Memompa ASI Secara Rutin Salah satu kunci keberhasilan menyusui bagi ibu bekerja adalah menjaga jadwal memompa ASI secara rutin. Aktivitas memompa yang dilakukan secara teratur dapat membantu menjaga produksi ASI sekaligus menyediakan persediaan ASI perah untuk bayi selama ibu berada di tempat kerja. Ibu dapat menyesuaikan jadwal pemerahan dengan kondisi dan aktivitas pekerjaan. Konsistensi menjadi hal penting agar proses pemberian ASI tetap dapat berjalan meskipun terdapat kesibukan di tempat kerja. Simpan ASI Perah dengan Tepat Setelah ASI diperah, langkah berikutnya adalah memastikan ASI disimpan dengan baik. Penyimpanan yang tepat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan ASI hingga waktunya diberikan kepada bayi. ASI perah sebaiknya ditempatkan pada wadah yang bersih dan sesuai untuk penyimpanan ASI. Ibu juga perlu memperhatikan kondisi tempat penyimpanan serta tidak mencampurkan ASI dengan sembarangan tanpa memperhatikan prosedur penyimpanan yang tepat. Jangan Lupa Beri Label Tanggal dan Waktu Untuk memudahkan pengelolaan stok ASI perah, ibu bekerja dianjurkan memberikan label pada setiap wadah ASI dengan mencantumkan tanggal dan waktu pemerahan. Pemberian label membantu ibu maupun pengasuh bayi mengetahui kapan ASI tersebut diperah sehingga persediaan dapat dikelola dengan lebih teratur. ASI yang lebih dahulu diperah dapat digunakan terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan penyimpanan ASI perah. ASI Eksklusif Tetap Bisa Dilanjutkan Kesibukan bekerja bukan menjadi alasan bagi ibu untuk berhenti memberikan ASI. Dengan persiapan yang baik, jadwal pemerahan yang teratur, serta penyimpanan ASI perah yang tepat, ibu bekerja tetap dapat melanjutkan pemberian ASI kepada bayi. Dukungan dari keluarga, pengasuh, maupun lingkungan tempat kerja juga memiliki peran penting dalam membantu ibu menjalankan proses menyusui. Lingkungan yang mendukung akan membuat ibu lebih nyaman dalam mempertahankan pemberian ASI sekaligus menjalankan tanggung jawab pekerjaannya. RS PKU Aisyiyah Boyolali Dukung Ibu Berikan ASI Melalui edukasi kesehatan ASI ini, RS PKU Aisyiyah Boyolali mengajak para ibu bekerja untuk tidak ragu melanjutkan pemberian ASI kepada buah hati. Dengan pengetahuan yang tepat dan persiapan yang baik, aktivitas pekerjaan dan pemberian ASI dapat berjalan secara beriringan. Ibu juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menghadapi kendala selama proses menyusui, termasuk mengenai teknik memerah, penyimpanan ASI perah, maupun upaya mempertahankan produksi ASI. Bekerja tetap produktif, menyusui tetap berlanjut. Dengan persiapan dan dukungan yang tepat, ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI terbaik untuk si kecil.

Tips Sukses ASI Eksklusif untuk Ibu Bekerja, Tetap Bisa Memberikan ASI untuk Si Kecil Read More »

Anak Demam, Kapan Harus Dibawa ke Dokter? dr. Indah Melenia Berikan Edukasi bagi Orang Tua

Boyolali, Jawa Tengah – RS PKU Aisyiyah Boyolali melalui dr. Indah Melenia memberikan edukasi kepada orang tua mengenai cara menyikapi anak yang mengalami demam, dengan menekankan pentingnya memperhatikan kondisi umum dan perilaku anak, bukan hanya angka suhu tubuh. Edukasi ini bertujuan membantu orang tua mengenali kondisi demam yang masih dapat dipantau di rumah serta tanda-tanda bahaya yang membutuhkan pemeriksaan medis segera. Demam merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami anak dan tidak selalu menunjukkan kondisi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Karena itu, orang tua diimbau untuk tidak langsung panik ketika mendapati suhu tubuh anak meningkat. Selain mengukur suhu menggunakan termometer, orang tua perlu mengamati kondisi anak secara keseluruhan, termasuk aktivitas, kemampuan minum, serta respons anak ketika diajak berinteraksi. Perhatikan Kondisi Anak, Bukan Hanya Suhu Tubuh Menurut dr. Indah Melenia, anak yang mengalami demam tetapi masih aktif, mau minum, dan tetap responsif pada kondisi tertentu masih dapat menjalani perawatan di rumah dengan pemantauan yang baik. Orang tua dapat membantu menjaga kondisi anak dengan memastikan kebutuhan cairan tercukupi, memberikan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal, serta memberikan obat penurun demam sesuai dosis dan anjuran yang tepat. Hal yang tidak kalah penting adalah memantau perubahan kondisi anak dari waktu ke waktu. Apabila kondisi anak membaik dan tetap dapat beraktivitas serta memenuhi kebutuhan cairannya, orang tua dapat terus melakukan pemantauan di rumah. Kenali Tanda Bahaya pada Anak Demam Meski demikian, terdapat kondisi tertentu yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Orang tua dianjurkan segera membawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan medis apabila demam disertai tanda-tanda bahaya, seperti kejang, sulit dibangunkan atau mengalami penurunan kesadaran, sesak napas, serta tidak mau minum sama sekali. Selain itu, demam yang berlangsung lebih dari tiga hari juga perlu mendapatkan evaluasi oleh tenaga medis untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai. Tanda-tanda tersebut penting untuk dikenali karena kondisi anak secara keseluruhan dapat memberikan gambaran yang lebih bermakna dibandingkan hanya melihat angka suhu tubuh. Jangan Hanya Bertanya, “Berapa Suhu Anak?” Dalam edukasinya, dr. Indah menekankan bahwa ketika anak mengalami demam, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada pertanyaan “berapa derajat suhu anak?”, tetapi juga memperhatikan pertanyaan yang lebih penting, yaitu “bagaimana kondisi anak secara keseluruhan?” Anak yang mengalami demam tetapi masih aktif, mau minum, dan responsif tentu memiliki kondisi yang berbeda dengan anak yang mengalami demam disertai sesak napas, kejang, sulit dibangunkan, atau tidak mau minum. Dengan memahami perbedaan tersebut, orang tua diharapkan dapat mengambil keputusan dengan lebih tenang dan tepat mengenai kapan anak masih dapat dipantau di rumah dan kapan membutuhkan pemeriksaan dokter. Tidak Perlu Panik, tetapi Kenali Tanda Bahayanya Melalui edukasi ini, RS PKU Aisyiyah Boyolali mengajak orang tua untuk tidak panik ketika menghadapi anak yang demam. Namun, ketenangan tersebut perlu disertai dengan pengetahuan mengenai tanda bahaya dan perubahan kondisi anak yang membutuhkan pertolongan medis. Orang tua juga tidak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki kekhawatiran atau keraguan mengenai kondisi anak. Dengan pengetahuan yang tepat, orang tua dapat memberikan perawatan awal yang lebih baik sekaligus mengetahui kapan anak membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Edukasi mengenai demam pada anak ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif RS PKU Aisyiyah Boyolali dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya orang tua, mengenai kesehatan anak. Diharapkan semakin banyak orang tua yang mampu mengenali kondisi anak secara tepat, memberikan perawatan yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis ketika ditemukan tanda-tanda bahaya.

Anak Demam, Kapan Harus Dibawa ke Dokter? dr. Indah Melenia Berikan Edukasi bagi Orang Tua Read More »

Tanda-Tanda Persalinan Sudah Dekat: Kenali Kapan Waktu yang Tepat ke Rumah Sakit

Boyolali, Jawa Tengah – RS PKU Aisyiyah Boyolali mengedukasi ibu hamil dan keluarga mengenai tanda-tanda persalinan yang semakin dekat serta waktu yang tepat untuk menuju rumah sakit melalui materi edukasi kesehatan ibu dan bayi. Edukasi ini bertujuan membantu calon ibu mengenali perubahan tubuh menjelang persalinan, membedakan tanda awal dengan persalinan aktif, serta mengetahui kapan perlu segera mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan tenaga medis. Menjelang persalinan, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan sebagai bagian dari persiapan menuju proses kelahiran. Beberapa perubahan tersebut dapat muncul beberapa waktu sebelum persalinan aktif dimulai. Karena itu, ibu hamil perlu mengetahui tanda-tanda tersebut agar dapat mempersiapkan diri dan tidak terburu-buru panik ketika mengalami perubahan yang masih merupakan bagian dari proses persiapan persalinan. Kenali Tanda Persalinan Semakin Dekat Salah satu tanda yang dapat muncul adalah janin mulai turun atau lightening. Kondisi ini dapat membuat ibu merasa lebih lega saat bernapas karena tekanan pada dada berkurang. Namun, tekanan pada kandung kemih dapat meningkat sehingga ibu menjadi lebih sering buang air kecil. Tanda lainnya adalah keluarnya lendir bercampur darah. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika sumbat lendir (mucus plug) pada leher rahim mulai terlepas. Lendir dapat berwarna kekuningan dan disertai bercak darah merah tua atau merah muda. Ibu juga dapat mengalami kontraksi palsu (Braxton Hicks). Kontraksi ini umumnya tidak teratur, tidak semakin kuat, dan dapat berkurang atau menghilang ketika ibu mengubah posisi, berjalan, maupun beristirahat. Selain perubahan fisik, sebagian ibu dapat mengalami perubahan emosi dan peningkatan energi menjelang persalinan. Misalnya, muncul dorongan untuk menyiapkan kebutuhan bayi atau mempersiapkan lingkungan rumah. Namun, tanda-tanda tersebut belum selalu berarti ibu harus langsung menuju rumah sakit. Yang perlu diperhatikan adalah perkembangan gejala dan munculnya tanda-tanda persalinan aktif. Tanda Persalinan Aktif Persalinan aktif umumnya ditandai dengan kontraksi yang semakin teratur dan kuat. Kontraksi dapat dimulai dari area pinggang atau punggung bagian bawah kemudian menjalar ke bagian depan perut. Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi persalinan akan semakin sering, kuat, dan berlangsung lebih lama. Kontraksi juga tidak menghilang meskipun ibu beristirahat, minum air, atau berganti posisi. Selain kontraksi, pecahnya ketuban juga merupakan tanda penting yang perlu diperhatikan. Cairan ketuban dapat keluar dalam jumlah banyak secara tiba-tiba seperti mengompol atau menetes terus-menerus dan sulit ditahan. Mengenal Rumus 5-1-1 Dalam materi edukasinya, RS PKU Aisyiyah Boyolali memperkenalkan rumus 5-1-1 sebagai salah satu panduan untuk mengenali pola kontraksi yang semakin teratur, yaitu: Kontraksi terjadi setiap 5 menit.Setiap kontraksi berlangsung sekitar 1 menit.Pola kontraksi tersebut berlangsung konsisten selama 1 jam. Apabila pola kontraksi sudah semakin teratur dan kuat, ibu hamil dapat segera menghubungi atau menuju fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai kondisi. Namun, rumus 5-1-1 bukan satu-satunya patokan. Kondisi setiap kehamilan dapat berbeda, terutama pada kehamilan dengan faktor risiko tertentu. Ibu hamil sebaiknya mengikuti instruksi dokter atau bidan yang menangani kehamilannya. Jangan Menunggu Jika Muncul Kondisi yang Mengkhawatirkan Selain kontraksi teratur dan pecah ketuban, ibu hamil perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami kondisi yang mengkhawatirkan, seperti perdarahan, nyeri hebat, penurunan atau tidak terasa gerakan janin, keluar cairan ketuban, atau keluhan lain yang dinilai tidak normal. Semakin dekat dengan waktu persalinan, kesiapan ibu dan keluarga menjadi hal penting. Mengetahui tanda-tanda persalinan dapat membantu keluarga menentukan langkah yang tepat, termasuk mempersiapkan transportasi, perlengkapan persalinan, serta menghubungi tenaga kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan. RS PKU Aisyiyah Boyolali Siap Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi Sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, RS PKU Aisyiyah Boyolali mengajak ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kondisi kehamilannya. RS PKU Aisyiyah Boyolali juga menyediakan layanan dokter spesialis kandungan, yaitu dr. Jefi Hamamah, Sp.OG dan dr. Haris Sukastyo, Sp.OG. Informasi mengenai jadwal praktik dokter dapat diperoleh melalui Customer Service RS PKU Aisyiyah Boyolali di 0818-11-0001. Dengan memahami tanda-tanda persalinan dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, ibu dan keluarga diharapkan dapat menghadapi proses persalinan dengan lebih tenang, siap, dan percaya diri. Kenali tandanya, siapkan diri, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kehamilan.

Tanda-Tanda Persalinan Sudah Dekat: Kenali Kapan Waktu yang Tepat ke Rumah Sakit Read More »

Cegah Hipertensi, Lancarkan Ibadah Haji & Umroh

Assalamualaikum wr wb #sahabatpku 🙏 🕋 Cegah Hipertensi, Lancarkan Ibadah Haji & Umroh!Menjelang perjalanan suci, pastikan kesehatan Anda tetap terjaga. Hipertensi yang tak terkontrol bisa menghambat ibadah. Yuk, lakukan cek tekanan darah secara rutin di RS PKU Aisyiyah Boyolali 💚 💡 Tips sehat sebelum berangkat:✔️ Periksa kesehatan secara berkala✔️ Patuh minum obat✔️ Pilih aktivitas yang sesuai✔️ Konsumsi buah & sayur✔️ Istirahat cukup ✍️ Siap ibadah tanpa hambatan, mulai dari sekarang!📞 Info & pendaftaran: 0818-11-0001 Salam Sehat❤ RS PKU AISYIYAH BOYOLALIJl Pasar Sapi Sapi Baru Singkil Karanggeneng Kec Boyolali Jawa Tengah 57312☎ (0276)322898📱Pendaftaran : 085702385770📱Customer Service : 0818110001🌐 www.rspkuboyolali.co.idIG : @rspkuaisyiyah Melayani Dengan Ramah dan Sepenuh Hati Wassalamu’alaikum wr wb

Cegah Hipertensi, Lancarkan Ibadah Haji & Umroh Read More »

Cara Penggunaan Inhaler yang Benar

Sahabat PKU, yuk belajar cara penggunaan Inhaler yang benar dan tepat. Pastikan Sahabat PKU melakukannya dengan benar agar obat bekerja dengan efektif.  Berikut langkah-langkahnya: Buka dan keluarkan inhaler dari kemasan Pastikan posisi badan dalam keadaan tegak Buka penutup mouthpiece lalu bersihkan menggunakan tisu Kocok inhaler 4 sampai 5 kali Masukkan mouthpiece ke dalam mulut dan hembuskan napas sedalam-dalamnya Tekan hingga keluar gas dan tahan napas 5 sampai 10 detik Hembuskan nafas secara perlahan Sebelum disimpan , bersihkan inhaler agar terhindar dari bakteri, tutup mouthpiece dan masukkan kembali kedalam boxnya jangan lupa tutup rapathttps://www.instagram.com/reel/DHnEpTAJLgX/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Cara Penggunaan Inhaler yang Benar Read More »

× Customer Service