Rumah Sakit Aisyiyah Boyolali

Mitos dan Fakta Seputar Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD)

Mitos dan Fakta Seputar Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu layanan vital di rumah sakit yang berfungsi menangani kondisi kegawatdaruratan medis. Namun, masih banyak persepsi keliru di masyarakat terkait alur dan fungsi pelayanan IGD. Berikut beberapa mitos dan fakta yang perlu diketahui bersama. Mitos: Pasien yang Datang ke IGD Otomatis Harus Dirawat Inap Fakta: Tidak semua pasien yang datang ke IGD harus menjalani rawat inap. Pasien yang datang ke IGD akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan penanganan awal oleh tenaga medis. Selanjutnya, dokter akan menentukan langkah medis yang paling tepat, apakah pasien perlu dirawat inap, diperbolehkan pulang dengan pengobatan jalan, atau dirujuk ke layanan kesehatan lain. Keputusan tersebut sepenuhnya didasarkan pada kondisi medis dan kebutuhan klinis pasien, bukan semata-mata karena pasien datang melalui IGD. World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa pelayanan gawat darurat bertujuan untuk menstabilkan kondisi pasien dan menentukan tindak lanjut yang paling sesuai secara medis, sehingga tidak semua kasus membutuhkan perawatan lanjutan di ruang rawat inap. Fakta: IGD Melayani Berbagai Kondisi Gawat Darurat, Bukan Hanya Kecelakaan IGD tidak hanya menangani korban kecelakaan lalu lintas atau trauma fisik. Berbagai kondisi medis yang bersifat gawat dan mengancam nyawa juga menjadi prioritas pelayanan IGD, seperti sesak napas, nyeri dada, stroke, kejang, perdarahan hebat, hingga penurunan kesadaran. Pelayanan di IGD dilakukan berdasarkan sistem triase, yaitu proses penilaian awal untuk menentukan tingkat kegawatan pasien. Sistem ini memastikan bahwa pasien dengan kondisi paling kritis mendapatkan penanganan terlebih dahulu, sesuai dengan prinsip keselamatan pasien dan standar pelayanan kegawatdaruratan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan WHO menyatakan bahwa penerapan triase merupakan bagian penting dari sistem pelayanan gawat darurat yang efektif dan berkeadilan, guna mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan angka keselamatan pasien. Penutup Pemahaman yang tepat mengenai fungsi dan alur pelayanan IGD sangat penting agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara bijak. IGD hadir untuk memberikan pertolongan cepat dan tepat pada kondisi gawat darurat, dengan keputusan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. Dengan informasi yang benar, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu atau salah kaprah dalam mengakses layanan IGD, sehingga keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan. Yuk simak pembahasannya di link berikut :https://www.instagram.com/rspkuaisyiyah/reel/DTuNSrjEbGk/

Mitos dan Fakta Seputar Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Read More »

Fenomena “Man Flu”: Benarkah Pria Lebih Rentan Saat Demam?

Fenomena “Man Flu”: Benarkah Pria Lebih Rentan Saat Demam? Assalamu’alaikum, Sahabat PKU 👋 Pernahkah terpikir mengapa sebagian pria tampak sangat kuat saat mengalami luka, jatuh, atau cedera fisik, namun ketika terserang demam atau flu ringan justru terlihat lebih lemas dan banyak mengeluh? Fenomena ini kerap dianggap berlebihan, padahal kondisi tersebut memiliki dasar penjelasan ilmiah. Dalam dunia medis, kondisi ketika pria menunjukkan respons gejala flu yang lebih berat dibandingkan wanita dikenal dengan istilah man flu. Istilah ini merujuk pada perbedaan respons biologis tubuh pria dan wanita terhadap infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan seperti influenza dan pilek. Secara fisiologis, saat seseorang mengalami cedera fisik, tubuh akan mengaktifkan mekanisme nyeri lokal. Hormon stres seperti adrenalin dilepaskan untuk menekan rasa sakit sementara, meningkatkan fokus, serta mempertahankan fungsi tubuh. Kondisi ini membuat individu—termasuk pria—tetap tampak kuat meskipun mengalami luka. Namun, situasinya berbeda ketika tubuh menghadapi infeksi sistemik seperti flu atau demam. Demam merupakan respons pertahanan tubuh secara menyeluruh terhadap patogen. Suhu tubuh meningkat, metabolisme berubah, energi menurun, dan tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk pemulihan. Kondisi ini menyebabkan rasa lemas, nyeri otot, dan ketidaknyamanan yang lebih terasa. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa respons sistem imun pria dan wanita tidak bekerja dengan cara yang sama. Wanita cenderung memiliki respons imun yang lebih cepat dan kuat terhadap infeksi virus, salah satunya dipengaruhi oleh hormon estrogen yang berperan dalam meningkatkan aktivitas sel imun. Sebaliknya, pada pria, hormon testosteron diketahui memiliki efek imunosupresif ringan sehingga respons imun dapat berlangsung lebih lambat dan gejala flu terasa lebih berat serta berlangsung lebih lama. Perbedaan biologis berdasarkan jenis kelamin merupakan faktor penting dalam respons imun, manifestasi penyakit, dan proses pemulihan. Oleh karena itu, persepsi bahwa pria “lebih lemah” saat flu tidak sepenuhnya tepat, karena kondisi tersebut berkaitan dengan perbedaan mekanisme kerja tubuh, bukan semata persoalan daya tahan mental. Dengan demikian, fenomena man flu bukanlah soal dramatis atau tidaknya seseorang, melainkan cerminan dari variasi biologis manusia. Menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, asupan gizi seimbang, istirahat cukup, serta aktivitas fisik teratur tetap menjadi kunci utama pencegahan penyakit. Apabila demam atau gejala flu tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan. Sehat adalah tanggung jawab bersama 🌿 Yuk simak penjelasannya di link berikuthttps://www.instagram.com/p/DT4dUVFCfJX/

Fenomena “Man Flu”: Benarkah Pria Lebih Rentan Saat Demam? Read More »

RS PKU Aisyiyah Boyolali Kirim Relawan Kesehatan ke Daerah Bencana Sumatra

RS PKU Aisyiyah Boyolali Kirim Relawan Kesehatan ke Daerah Bencana Sumatra RS PKU Aisyiyah Boyolali melepas dua relawan kesehatan, dr. Della Bintari Pratiwi dan Argian Prihatnala, untuk bertugas di daerah terdampak banjir di Sumatra, Jumat (2/1/2026). Keduanya akan bergabung dalam satu Tim Kesehatan bersama RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Tim relawan dijadwalkan berangkat melalui Bandara Ahmad Yani Semarang pada Sabtu (3/1/2026) dan akan melaksanakan tugas kemanusiaan selama dua pekan, mulai 4 Januari hingga 17 Januari 2026, di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Direktur RS PKU Aisyiyah Boyolali, dr. Zahrosofi Ahmadah, MARS, dalam sambutan pelepasan relawan berpesan agar penugasan tersebut diniatkan sebagai ibadah. “Ibadah bukan hanya ritual seperti salat, puasa, atau haji. Ibadah memiliki makna yang luas, yakni seluruh aktivitas yang diwujudkan sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah dalam seluruh aspek kehidupan,” ujarnya. Acara pelepasan relawan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan, Drs. Thontowi Jauhari, SH, M.Si, serta Kepala Bidang Administrasi dan SDI (Sumber Daya Insani), Purwani, S.Kep., Ners., MARS. Menurut dr. Zahrosofi, membantu meringankan penderitaan para korban bencana merupakan bentuk ibadah kemanusiaan yang bernilai tinggi, bahkan dapat dimaknai sebagai jihad kemanusiaan. “Oleh karena itu, kami berharap dr. Della dan Mas Yayo menjalani tugas ini dengan penuh keikhlasan. Tanpa keikhlasan, pekerjaan berat akan terasa semakin berat. Dengan keikhlasan, pekerjaan seberat apapun akan menjadi ringan. Seberat apa pun tugas relawan, penderitaan korban bencana jauh lebih berat,” tuturnya. Ia juga berharap keberkahan dari pengabdian para relawan dapat mengalir kepada RS PKU Aisyiyah Boyolali sehingga rumah sakit ini semakin menjadi unggul dan berkemajuan. “Menjadi relawan kemanusiaan adalah bagian dari sikap takwa, yakni ketaatan kepada Allah. Manusia diperintahkan untuk saling menolong dan menebarkan kasih sayang. Orang-orang bertakwa dijanjikan kemudahan oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya. Sementara itu, dalam kata pamitannya, dr. Della Bintari Pratiwi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. “Bagi saya, ini adalah panggilan profesi. Saya telah lama menginginkan menjadi relawan kesehatan di daerah bencana untuk mengamalkan ilmu kedokteran yang saya miliki. Ketika ditawari untuk berangkat ke Sumatra, saya langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang,” ujarnya. Saat ditanya mengenai beratnya tugas sebagai relawan kesehatan di daerah bencana, dr. Della menjawab singkat, “Itu justru tantangan. Saya menyukai tantangan.” MDMC Kerahkan Relawan Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengerahkan ratusan relawan untuk memberikan layanan darurat bagi para penyintas banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Bencana tersebut dipicu hujan ekstrem akibat Siklon Seyar yang terjadi sejak 25 November 2025, sehingga menyebabkan kerusakan luas serta korban jiwa. MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat dan mengoordinasikan pengerahan tim-tim profesional dari regional Sumatra dan wilayah Jawa, termasuk Tim Kesehatan, sesuai kebutuhan daerah terdampak. Menurut Purwani, yang juga merupakan anggota Tim Kesehatan Emergency Medical Team (EMT) PP Muhammadiyah, seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) di Indonesia dikerahkan untuk mengirimkan tim medis. “Pada prinsipnya, setiap RSMA diminta mengirimkan satu tim. Namun karena keterbatasan personel, RS PKU Aisyiyah Boyolali mengirim dua relawan yang bergabung dengan RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta,” jelasnya. Ia menambahkan, pada 3 Januari 2026 terdapat tiga tim yang diberangkatkan, yakni dari RS PKU Muhammadiyah UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu, Brebes dan Tim gabungan dari RS PKU Aisyiyah Boyolali dan RSMuhammadiyah Gamping Yogyakarta. Pengiriman tim medis dari RSMA dijadwalkan secara bergilir hingga Februari 2026.

RS PKU Aisyiyah Boyolali Kirim Relawan Kesehatan ke Daerah Bencana Sumatra Read More »

PEMERIKSAAN & PENGOBATAN GRATIS

PEMERIKSAAN & PENGOBATAN GRATISUntuk Warga Desa Samiran – Selo dan Sekitarnya RS PKU Aisyiyah Boyolali, bekerja sama dengan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Boyolali, kembali hadir memberikan layanan kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini digelar di Desa Samiran, Selo, pada tanggal 16–17 Jumadilakhir 1447 H / 6–7 Desember 2025 M. Masih dalam rangkaian hari kedua Baitul Arqom, kegiatan bakti sosial ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat sekitar melalui pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Warga sangat antusias memanfaatkan layanan ini, yang mencakup pemeriksaan rutin, konsultasi, dan pengobatan sesuai kebutuhan. Selain bakti sosial, peserta Baitul Arqom juga melanjutkan praktek per kelompok berdasarkan hasil FGD tematik hari pertama, dengan tema “Layananku, Etikaku, Etos Kerja Berkualitas, dan Layanan Prima di Rumah Sakit”. Beberapa kelompok juga melakukan internalisasi layanan Emas dan SIGAP, yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit serta menanamkan nilai profesionalisme dan kepedulian terhadap pasien.Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momen pembelajaran dan refleksi bagi para peserta. Setiap praktik, diskusi, dan layanan yang diberikan memperkuat komitmen peserta dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, penuh etika, dan berorientasi pada keberkahan bagi umat. Akhirnya, rangkaian kegiatan Baitul Arqom sampai pada penghujungnya. Meskipun berlangsung singkat, acara ini meninggalkan banyak makna dan memori yang melekat bagi peserta maupun masyarakat yang dilayani.🌿 Terima kasih kepada seluruh peserta dan fasilitator yang telah berperan aktif dalam meramaikan acara Baitul Arqom. Semoga pengalaman dan ilmu yang diperoleh dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan di RS PKU Aisyiyah Boyolali. Sampai jumpa di Baitul Arqom berikutnya!📌 Yuk, intip keseruan pemeriksaan & pengobatan gratis melalui tautan berikut:https://www.instagram.com/reel/DSJ1jgmCeJ-/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

PEMERIKSAAN & PENGOBATAN GRATIS Read More »

Sinau Bareng RS PKU Aisyiyah Boyolali

Sinau Bareng RS PKU Aisyiyah Boyolali: Edukasi Seksualitas Remaja Penting untuk Mencegah Dampak Jangka Panjang SINAU (Sesi Informasi dan Ulasan) merupakan program edukasi kesehatan yang diinisiasi RS PKU Aisyiyah Boyolali untuk membahas berbagai isu kesehatan secara informatif dan berbasis medis. Salah satu topik yang diangkat dalam program ini adalah edukasi seksualitas, yang menjadi perhatian penting dalam kesehatan remaja dan perempuan. Pada sesi kali ini, dr. Jefi Hamamah, Sp.OG, membahas pertanyaan yang kerap muncul di masyarakat, yakni bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk membantu remaja yang telah terlibat dalam pergaulan bebas atau sudah pernah melakukan hubungan seksual. dr. Jefi menjelaskan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman yang tepat mengenai dampak buruk pergaulan seks bebas, khususnya bila dilakukan pada usia yang masih sangat muda. Edukasi ini perlu disampaikan secara terbuka, ilmiah, dan tidak menghakimi agar remaja dapat memahami risiko yang mungkin timbul. Menurut dr. Jefi, salah satu dampak jangka panjang yang perlu dijelaskan kepada remaja adalah meningkatnya risiko kanker mulut rahim atau kanker serviks. Hubungan seksual yang dilakukan pada usia muda, terutama sebelum usia 17 tahun, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks di kemudian hari. Hal ini disebabkan oleh kondisi leher rahim yang belum matang secara sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi Human Papillomavirus (HPV) sebagai faktor utama kanker serviks. Lebih lanjut, dr. Jefi menegaskan bahwa saat ini kanker serviks tidak hanya ditemukan pada usia lanjut, tetapi juga mulai banyak dijumpai pada usia yang lebih muda. Oleh karena itu, remaja yang telah terlibat dalam pergaulan bebas perlu mendapatkan pemahaman bahwa meskipun pada awalnya tidak merasakan dampak apa pun, risiko kesehatan dapat muncul dalam jangka panjang. Edukasi yang berkelanjutan, dukungan keluarga, serta akses terhadap informasi medis yang benar menjadi kunci dalam membantu remaja memahami konsekuensi dari perilaku berisiko. Melalui program SINAU, RS PKU Aisyiyah Boyolali berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya edukasi seksualitas sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan remaja dan perempuan. 📌 Yuk, simak penjelasan sesi sinau lebih jelasnya lagi melalui tautan berikut:https://www.instagram.com/reel/DR6PWQQiY-j/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Sinau Bareng RS PKU Aisyiyah Boyolali Read More »

LAYANAN DOKTER SPESIALIS KELILING (SPELING)PEMERIKSAAN & PENGOBATAN GRATIS

LAYANAN DOKTER SPESIALIS KELILING (SPELING)Di Desa Kembang-Gladagsari, Boyolali RS PKU Aisyiyah Boyolali kembali menghadirkan layanan kesehatan untuk masyarakat dengan melaksanakan Speling – Layanan Dokter Spesialis Keliling di Desa Kembang-Gladagsari, Boyolali. Kegiatan ini menghadirkan tim dokter spesialis, antara lain:• dr. Haris, Sp.OG – Dokter Spesialis Kandungan• dr. Faisal, Sp.A – Dokter Spesialis Anak• dr. Sheila Rahmi – Dokter Umum• dr. Agnes, Sp.KJ – Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa• Gita, M.Psi – Psikolog Klinik Warga desa menyambut hangat kedatangan RS PKU Aisyiyah Boyolali. Banyak ucapan terima kasih dan doa kebaikan mengalir dari masyarakat setempat, yang antusias memanfaatkan kesempatan untuk pemeriksaan kesehatan sesuai bidang spesialis masing-masing dokter. Pemeriksaan meliputi kesehatan kandungan, anak, jiwa, dan layanan psikologis, sesuai kebutuhan warga. Dokter dan tim RS PKU Aisyiyah juga menunjukkan antusiasme tinggi, karena melalui kegiatan ini mereka dapat memberikan pelayanan langsung di tengah masyarakat dan menjangkau warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Kegiatan berjalan dengan lancar berkat dukungan penuh dari tim dokter, serta peran serta Ibu Agustin dari Dinas Kesehatan, perangkat desa, Kepala Desa, dan Ibu Kepala Dusun 3, yang turut mendukung kelancaran acara. Kegiatan Speling ini menjadi bukti komitmen RS PKU Aisyiyah Boyolali dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, dekat dengan masyarakat, dan penuh keberkahan. Kehadiran tim dokter spesialis di desa tidak hanya memberikan manfaat kesehatan langsung, tetapi juga membangun kepercayaan dan kedekatan dengan warga setempat.📌 Yuk, intip keseruan kegiatan Speling – Layanan Dokter Spesialis Keliling di Desa Kembang-Gladagsari, Boyolali melalui tautan berikut:👉 [Link Keseruan Kegiatan Speling]https://www.instagram.com/reel/DSL36vAkqhO/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

LAYANAN DOKTER SPESIALIS KELILING (SPELING)PEMERIKSAAN & PENGOBATAN GRATIS Read More »

× Customer Service