Fenomena “Man Flu”: Benarkah Pria Lebih Rentan Saat Demam?
Assalamu’alaikum, Sahabat PKU 👋
Pernahkah terpikir mengapa sebagian pria tampak sangat kuat saat mengalami luka, jatuh, atau cedera fisik, namun ketika terserang demam atau flu ringan justru terlihat lebih lemas dan banyak mengeluh? Fenomena ini kerap dianggap berlebihan, padahal kondisi tersebut memiliki dasar penjelasan ilmiah.
Dalam dunia medis, kondisi ketika pria menunjukkan respons gejala flu yang lebih berat dibandingkan wanita dikenal dengan istilah man flu. Istilah ini merujuk pada perbedaan respons biologis tubuh pria dan wanita terhadap infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan seperti influenza dan pilek.
Secara fisiologis, saat seseorang mengalami cedera fisik, tubuh akan mengaktifkan mekanisme nyeri lokal. Hormon stres seperti adrenalin dilepaskan untuk menekan rasa sakit sementara, meningkatkan fokus, serta mempertahankan fungsi tubuh. Kondisi ini membuat individu—termasuk pria—tetap tampak kuat meskipun mengalami luka.
Namun, situasinya berbeda ketika tubuh menghadapi infeksi sistemik seperti flu atau demam. Demam merupakan respons pertahanan tubuh secara menyeluruh terhadap patogen. Suhu tubuh meningkat, metabolisme berubah, energi menurun, dan tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk pemulihan. Kondisi ini menyebabkan rasa lemas, nyeri otot, dan ketidaknyamanan yang lebih terasa.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa respons sistem imun pria dan wanita tidak bekerja dengan cara yang sama. Wanita cenderung memiliki respons imun yang lebih cepat dan kuat terhadap infeksi virus, salah satunya dipengaruhi oleh hormon estrogen yang berperan dalam meningkatkan aktivitas sel imun. Sebaliknya, pada pria, hormon testosteron diketahui memiliki efek imunosupresif ringan sehingga respons imun dapat berlangsung lebih lambat dan gejala flu terasa lebih berat serta berlangsung lebih lama.
Perbedaan biologis berdasarkan jenis kelamin merupakan faktor penting dalam respons imun, manifestasi penyakit, dan proses pemulihan. Oleh karena itu, persepsi bahwa pria “lebih lemah” saat flu tidak sepenuhnya tepat, karena kondisi tersebut berkaitan dengan perbedaan mekanisme kerja tubuh, bukan semata persoalan daya tahan mental.
Dengan demikian, fenomena man flu bukanlah soal dramatis atau tidaknya seseorang, melainkan cerminan dari variasi biologis manusia. Menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, asupan gizi seimbang, istirahat cukup, serta aktivitas fisik teratur tetap menjadi kunci utama pencegahan penyakit. Apabila demam atau gejala flu tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan.
Sehat adalah tanggung jawab bersama 🌿
Yuk simak penjelasannya di link berikut
https://www.instagram.com/p/DT4dUVFCfJX/
