Boyolali, Jawa Tengah – Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali kembali memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait panduan pemulihan pasca melahirkan secara normal maupun operasi Caesar pada Rabu (2/9/2026). Edukasi ini dibagikan agar para ibu yang baru saja bersalin dapat melakukan perawatan mandiri secara tepat di rumah, sehingga proses penyembuhan berjalan optimal, terhindar dari risiko infeksi, dan stamina cepat kembali.
Proses pemulihan pasca melahirkan menghadirkan tantangan yang berbeda tergantung pada metode persalinannya. Berdasarkan materi edukasi yang dirilis oleh RS PKU Aisyiyah Boyolali, terdapat tiga pilar utama yang wajib diperhatikan oleh para ibu nifas, yakni perawatan luka, aktivitas fisik bertahap, dan pemulihan stamina fisik.
Perawatan Luka Jahitan
Bagi ibu yang menjalani persalinan normal, perawatan difokuskan pada area perineum. Ibu dianjurkan untuk selalu membasuh area tersebut dengan air bersih dari arah depan ke belakang, menjaganya agar tetap kering, serta rutin mengganti pembalut nifas guna mencegah terjadinya infeksi.
Sementara itu, bagi ibu dengan persalinan Caesar, perawatan berpusat pada sayatan di perut. Perban harus selalu dijaga agar tetap kering dan bersih. Ibu juga sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang longgar agar tidak bergesekan dengan luka, serta menghindari refleks menggaruk area jahitan yang gatal akibat proses penyembuhan.
Aktivitas Fisik Bertahap
Meski membutuhkan istirahat, mobilisasi dini tetap diperlukan. Pasien persalinan normal umumnya bisa mulai berjalan ringan secara perlahan segera setelah persalinan. Selain itu, senam Kegel sangat dianjurkan untuk memperkuat kembali otot panggul.
Berbeda halnya dengan pemulihan Caesar. Aktivitas awal hanya berupa gerakan miring kanan dan kiri secara perlahan di tempat tidur. Setelah itu, ibu bisa mulai berlatih berjalan dalam jarak dekat dan wajib menghindari mengangkat benda yang lebih berat dari bobot bayi guna menjaga kondisi jahitan internal.
Pemulihan Stamina Fisik
Baik persalinan normal maupun Caesar, keduanya sangat menguras tenaga. Untuk mempercepat penyembuhan sel dan luka jahitan, ibu wajib memperbanyak konsumsi makanan tinggi protein seperti ikan, telur, dan daging. Selain itu, penuhi asupan cairan minimal 2-3 liter sehari untuk melancarkan produksi ASI sekaligus mencegah sembelit (konstipasi).
Terakhir, RS PKU Aisyiyah Boyolali menekankan pentingnya manajemen kelelahan dengan menerapkan prinsip “sleep when the baby sleeps”. Para ibu diimbau untuk ikut tidur atau beristirahat saat si kecil sedang tertidur agar tubuh tidak mengalami kelelahan ekstrem.
Masa nifas adalah periode krusial bagi ibu dan bayi. Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali menghimbau agar para ibu tidak ragu untuk segera memeriksakan diri apabila merasakan keluhan nyeri hebat atau sekadar memastikan jahitan telah menutup sempurna. Bagi masyarakat yang ingin melakukan kontrol pasca melahirkan, dapat menjadwalkan kunjungan di Poliklinik Kandungan RS PKU Aisyiyah Boyolali dengan menghubungi Customer Service di nomor 0818-11-0001 atau mengakses laman resmi www.rspkuboyolali.co.id.
Dokumentasi acara bisa dilihat dalam postingan instagram PKU Aisyiyah Boyolali atau melalui link
https://www.instagram.com/rspkuaisyiyah?igsh=YzFlcHlrZW45aGYx
