Tanya Ahli Giziku: Gizi Tepat, Puasa Lancar
Dalam rangka memberikan edukasi kesehatan selama bulan suci Ramadhan, RS PKU Aisyiyah Boyolali kembali menghadirkan program edukatif bertajuk “Tanya Ahli Giziku: Gizi Tepat, Puasa Lancar”. Melalui episode kali ini, masyarakat diajak memahami alasan tubuh bisa terasa lemas saat berpuasa sekaligus mendapatkan panduan praktis agar tetap bertenaga dari sahur hingga berbuka.
Dalam pemaparannya, Melin Dwiyanua Shinta, S.Gz., RD selaku Ahli Gizi RS PKU Aisyiyah Boyolali menjelaskan bahwa rasa lemas saat puasa merupakan kondisi yang wajar, namun tetap bisa diminimalkan dengan pola makan yang tepat.
“Setelah kurang lebih 8–10 jam tidak makan, gula darah sebagai sumber energi utama mulai turun. Kalau cadangan energi dari karbohidrat sudah habis, tubuh akan beralih membakar lemak. Proses ini memang baik, tapi tidak secepat saat tubuh menggunakan karbohidrat, sehingga kita merasa kurang bertenaga,” jelasnya.
Selain faktor energi, dehidrasi juga berperan besar. Ia menambahkan, “Kurang cairan bisa membuat tubuh terasa lunglai, mengantuk, bahkan sulit fokus. Karena itu, pola minum selama Ramadhan harus diatur dengan baik.”
Untuk menjaga stamina, Kak Melin menekankan pentingnya gizi seimbang saat sahur. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau roti gandum dianjurkan karena lebih tahan lama dalam menjaga kadar gula darah. Protein utuh seperti telur, ayam, dan ikan juga membantu memperpanjang rasa kenyang.
“Jangan cuma makan manis-manis saat sahur karena energinya cepat habis. Pastikan ada karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah supaya energi lebih stabil sampai waktu berbuka,” ujarnya.
Terkait kecukupan cairan, ia membagikan tips sederhana menggunakan rumus 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari secara bertahap, dan dua gelas saat sahur. Cara ini dinilai efektif membantu tubuh tetap terhidrasi tanpa terasa terlalu penuh.
Saat berbuka, masyarakat juga diingatkan untuk tidak langsung makan dalam porsi besar. “Perut kita itu seperti orang yang baru bangun tidur. Jangan langsung dikagetkan dengan makanan berat. Mulai dulu dengan air putih dan kurma, lalu makan utama setelahnya,” tambahnya.
Melalui program “Tanya Ahli Giziku”, RS PKU Aisyiyah Boyolali terus berkomitmen menghadirkan edukasi kesehatan yang aplikatif dan mudah dipahami masyarakat. Dengan pemahaman gizi yang tepat, diharapkan ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman, sehat, dan penuh energi hingga waktu berbuka tiba.
Untuk menyaksikan pembahasan lengkap beserta sesi tanya jawab secara menyeluruh, masyarakat dapat mengakses episode penuh “Tanya Ahli Giziku” melalui kanal YouTube resmi RS PKU Aisyiyah Boyolali atau melalui link:
https://youtu.be/jCVfiDorVG8?si=WeT_c7eznlu34eij
