Boyolali, Jawa Tengah – RS PKU Aisyiyah Boyolali mengedukasi orang tua mengenai pentingnya memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai tahapan usia dan kemampuan makan anak sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal sekaligus mencegah stunting. Edukasi tersebut menekankan pentingnya menyesuaikan tekstur makanan secara bertahap, mulai dari makanan yang halus hingga makanan keluarga.
Pemberian MPASI merupakan salah satu tahap penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Selain memperhatikan kandungan gizi, orang tua juga perlu memperhatikan tekstur, bentuk, dan ukuran makanan sesuai dengan usia serta kemampuan anak dalam menerima dan mengunyah makanan.
Tahapan Tekstur MPASI Sesuai Usia
Pada usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan MPASI bertekstur saring halus atau puree. Makanan dapat diberikan dalam bentuk bubur yang kental dan halus. Salah satu cara sederhana untuk melihat kekentalannya adalah dengan melakukan uji sendok, yakni makanan tidak mudah tumpah ketika sendok dimiringkan.
Memasuki usia 7–8 bulan, tekstur makanan dapat ditingkatkan menjadi lumat atau mashed. Pada tahap ini, makanan dapat dicincang atau dilumatkan dengan tekstur yang lebih kasar. Anak juga mulai dirangsang untuk menggunakan gusi dan belajar mengunyah makanan.
Selanjutnya, pada usia 9–11 bulan, anak dapat mulai diberikan makanan dengan tekstur cincang kasar atau minced serta diperkenalkan dengan finger food yang sesuai dan aman. Tahap ini sekaligus menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar menjimpit dan makan secara mandiri.
Ketika memasuki usia 12–24 bulan, anak secara bertahap dapat mulai mengonsumsi menu makanan keluarga. Makanan dapat disajikan dengan ukuran yang lebih kecil dan tekstur yang disesuaikan dengan kemampuan anak.
Tekstur MPASI Perlu Naik Secara Bertahap
Pengenalan tekstur makanan secara bertahap merupakan bagian dari proses belajar makan anak. Orang tua tidak dianjurkan untuk mempertahankan makanan dalam tekstur yang terlalu halus terlalu lama, melainkan menyesuaikannya dengan perkembangan kemampuan makan anak.
Setiap anak dapat memiliki kemampuan makan yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan respons anak saat menerima makanan serta memastikan makanan diberikan dengan cara yang aman.
Selain tekstur, pemenuhan kebutuhan gizi selama periode MPASI juga menjadi hal penting untuk mendukung pertumbuhan anak. Pemberian makanan yang beragam dan sesuai kebutuhan usia perlu berjalan beriringan dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala.
RS PKU Aisyiyah Boyolali mengajak para orang tua untuk lebih memahami tahapan pemberian MPASI sehingga proses belajar makan anak dapat berlangsung secara bertahap, aman, dan sesuai dengan perkembangannya.
Kenali tahapannya, sesuaikan teksturnya, dan dukung tumbuh kembang anak sejak dini. Bersama cegah stunting dan wujudkan generasi yang sehat dan optimal.
Dokumentasi acara bisa dilihat dalam postingan instagram PKU Aisyiyah Boyolali atau melalui link
https://www.instagram.com/rspkuaisyiyah?igsh=YzFlcHlrZW45aGYx